Pusat Penjualan Besi dan Baja

Standarisasi Material di Berbagai Dunia

Tuesday, December 19th 2017.

sni, standar nasional indonesia, macam macam standarisasi, jenis standarisasi di dunia

Dengan beragamnya jenis baja tertentu diperlukan sebuah standarisasi atau norma yang disusun dan diedarkan oleh lembaga – lembaga normalisasi/standarisasi yakni aturan yang dikeluarkan oleh asosiasi, institusi suatu negara produsen material yang meliputi : pengaturan cara penulisan, pengelompokkan, pengkelasan, perserian suatu material. Hampir di tiap negara memiliki standarisasi sendiri. Secara internasional diberlakukan standar atau norma internasional untuk seluruh dunia yakni ISO (International Standard Organization) atau International Organization for Standardization.  Mungkin kita sering mendengar istilah JIS, SNI, ASTM dan yang lainnya. Tapi apakah kita mengetahui maksud dan fungsi dibuatnya standariasi tersebut ? berikut ini akan kita bahas mengenai standarisasi di berbagai dunia beserta fungsinya.

Macam – Macam Standarisasi

1. ANSI (American National Standards Institute)

Adalah sebuah lembaga nirlaba swasta yang mengawasi pengembangan standar konsesus sukarela untuk produk, jasa, proses, sistem, dan personel di Amerika Serikat. Lembaga tersebut mengawasi pembuatan, diberlakukannya, dan penggunaan ribuan norma dan pedoman yang secara langsung berdampak bisnis di hampir setiap sektor. Lembaga tersebut juga mengkoordinasikan standar Amerika Serikat dengan standar internasional sehingga produk – produk Amerika Serikat dapat digunakan di seluruh dunia. Lembaga tersebut memberi akreditasi untuk standar yang dikembangkan oleh perwakilan dari lembaga pengembang standar, instansi pemerintah, kelompok konsumen, perusahaan, dan lain – lain. Standar tersebut memastikan agar karakteristik dan kinerja produk yang konsisten sehingga masyarakat menggunakan definisi dan istilah yang sama, dan produk diuji dengan cara yang sama. ANSI juga memberi akreditasi bagi organisasi yang melaksanakan sertifikasi produk atau personel sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam standar internasional. American National Standards Institute didirikan pada tanggal 19 Oktober 1918 dengan misi untuk meningkatkan daya saing global bagi bisnis dan kualitas hidup Amerika Serikat dengan mempromosikan serta memfasilitasi standar konsensus sukarela dan sistem penilaian kesesuaian.

2. (AISI) American Iron and Steel Institute

Standar yang dibuat oleh American Iron and Steel Institute, standar ini menyatakan atau memuat tentang standar untuk komposisi baja, dimana 2 digit terakhir menyatakan kadar karbon dalam suatu baja tersebut dan 2 digit pertama adalah kode jenis baja tersebut (high carbon, high alloy, stainless steel, dll).

3. ASTM (American Standard Testing and Material)

ASTM Internasional merupakan organisasi internasional sukarela yang mengembangkan standarisasi teknik untuk material, produk, sistem dan jasa. ASTM Internasional yang berpusat di Amerika Serikat. ASTM merupakan singkatan dari American Society for Testing and Material, dibentuk pertama kali pada tahun 1898 oleh sekelompok insinyur dan ilmuan untuk mengatasi bahan baku besi pada rel kereta api yang selalu bermasalah. Sekarang ini, ASTM mempunyai lebih dari 12.000 buah standar. Standar ASTM banyak digunakan pada negara – negara maju maupun berkembang dalam penelitian akademis maupun industri. Organisasi tersebut berada di Conshohocken Barat, Pennsylvania, sekitar 5 mil (8.0 km) barat laut Philadelphia. Didirikan pada tahun 1898 sebagai bagian dari Amerika Asosiasi Internasional untuk bahan pengujian.

4. SAE (Society of Automotive Enggineers)

Adalah organisasi yang bergerak secara aktif di dunia global dalam bidang asosiasi professional dan organisasi standard untuk engineer secara professional, khususnya di dalam per – industrian. Organisasi ini mengembangkan standar dari koordinasi standar teknik yang ada dengan didasarkan oleh praktik terbaik yang telah diteliti oleh komite SAE dan badan Task Force (sejenis Research & Development) yang diambil dari pihak – pihak yang terpercaya. SAE internasional memiliki lebih dari 120.000 anggota.

5. JIS (Japan Industrial Standard)

Adalah suatu organisasi standar yang dibuat oleh pemerintah Jepang yang bergerak dalam pembuatan standar – standar yang ada di jepang khususnya dalam bidang perindustrian. Proses standarisasi yang dibuat oleh JIS berada dibawah pengawasan JISC (Japan Industrial Standard Comitte), dan hasil dari standard yang telah dibuat dipublikasikan oleh JSA (Japan Standard Asosiation).

6. DIN (Deutsches Institut fur Normung / German institute for Standardization)

Adalah organisasi nasional Jerman untuk standarisasi. DIN terdaftar secara legal di Registered German Asosiation (RGA) yang berpusat di Berlin. DIN telah membuat beribu – ribu standar, salah satunya adalah DIN 476.

DIN 476 adalah standar yang paling dikenal, dan merupakan standar pertama yang dikeluarkan oleh DIN.

7. SNI (Standar Nasional Indonesia)

Adalah satu – satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia. SNI dirumuskan oleh Panitia Teknis dan ditetapkan oleh Badan Standarisasi Nasional.

agar SNI memperoleh keberterimaan yang luas antara para stakeholder, maka SNI dirumuskan dengan memenuhi WTO Code of good practice, yaitu :

  • Opnesess (Keterbukaan)

Terbuka bagi agar semua stakeholder yang berkepentingan dapat berpartisipasi dalam pengembangan SNI.

  • Transparency (Transparansi)

Transparan agar semua stakeholder yang berkepentingan dapat mengikuti perkembangan SNI mulai dari tahap pemrograman dan perumusan sampai ke tahap penetapannya. Dan dapat dengan mudah memperoleh semua informasi yang berkaitan dengan pengembangan SNI.

  • Consensus and Impartiality (Konsensus dan tidak memihak)

Tidak memihak dan konsensus agar semua stakeholder dapat menyalurkan kepentingannya dan diperlakukan secara adil.

  • Effectivness and relevance

Efektif dan relevan agar dapat memfasilitasi perdagangan karena memperhatikan kebutuhan pasar dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku.

  • Coherence

Koheren dengan pengembangan standar internasioanl agar perkembangan pasar negara kita tidak terisolasi dari perkembangan pasar global dan memperlancar perdagangan internasional, dan

  • Development dimension (berdimensi pembangunan)

Berdimensi pembangunan agar memperhatikan kepentingan nasional dalam meningkatkan daya saing perekonomian nasional.

Sumber :

www.magnet15.com
www.steelindopersada.com
www.bsn.go.id

Produk terbaru

Rp 322.344
Stok : Indent
Rp 188.800
Stok : Ready
Rp 116.160
Stok : Indent
Rp 70.659
Stok : Indent
Rp 182.495
Stok : Ready
Rp (Hubungi CS)
Stok : Indent
Rp 190.785
Stok : Ready

Temukan Kami di

Rekening Bank

PT. HIJRAH INSAN KARIMA
PT. HIJRAH INSAN KARIMA

IDEA

Harga Wilayah Jabotabek